Sarkoidosis
(Sumber gambar: foundation.chestnet.org)
Sarkoidosis adalah suatu penyakit peradangan yang ditandai dengan terbentuknya granuloma pada kelenjar getah bening, paru-paru, hati, mata, kulit dan jaringan lainnya. Granuloma ini pada akhirnya akan menghilang total atau berkembang menjadi jaringan parut.
Penyebab Sarkoidosis
Penyebab Sarkoidosis
Penyebabnya tidak diketahui. Sarkoidosis bisa terjadi akibat infeksi atau respon sistem kekebalan tubuh yang abnormal. Faktor keturunan mungkin juga memegang peranan yang penting. Sarkoidosis biasanya muncul pada usia 20-40 tahun dan sangat jarang ditemukan pada anak-anak.
Gejala Sarkoidosis
Gejala Sarkoidosis
Banyak penderita yang tidak menunjukkan gejala, Penyakit biasanya ditemukan pada saat menjalani pemeriksaan foto dada untuk keperluan lain. Jarang sampai terjadi gejala yang serius.
Gejala sarkoidosis bervariasi tergantung dari lokasi dan luasnya penyakit:
- merasa tidak enak badan
- demam
- sesak napas
- batuk
- luka di kulit
- ruam kulit
- sakit kepala
- gangguan penglihatan
- perubahan neurologis
- pembesaran kelenjar getah bening (benjolan di ketiak)
- pembesaran hati
- pembesaran limpa
- mulut kering
- lelah
- penurunan berat badan
Gejala lain yang mungkin ditemukan:
- pembentukan air mata berkurang
- kejang
- perdarahan hidung
- kekakuan persendian
- rambut rontok
- mata terasa pedih, gatal dan belekan
Sarkoidosis menghasilkan peradangan di paru-paru yang akhirnya akan berkembang menjadi jaringan parut dan kista, yang akan menyebabkan batuk dan sesak napas.
Pada 15% penderita, penyakit ini menyerang mata. Uveitis (peradangan pada struktur internal mata tertentu) menimbulkan kemerahan pada mata, nyeri dan mempengaruhi penglihatan. Peradangan yang menetap untuk waktu yang lama akan menyumbat aliran cairan untuk mata dan menyebabkan glaukoma, yang dapat menyebabkan kebutaan. Granuloma bisa terbentuk di konjungtiva (selaput bola mata dan kelopak mata). Granuloma ini sering tidak menyebabkan gejala.
Granuloma yang terbentuk di jantung mungkin akan menyebabkan angina atau gagal jantung. Granuloma yang terbentuk di dekat sistem konduksi jantung dapat memicu terjadinya gangguan irama jantung.
Kapan Harus ke Dokter?
Periksakan diri ke dokter apabila Anda memiliki gejala yang mengarah ke sarkoidosis.
Diagnosis Sarkoidosis
Diagnosis Sarkoidosis
Pemeriksaan penunjang yang biasa dilakukan untuk membantu menegakkan diagnosis sarkoidosis:
- Tes fungsi paru
- Rontgen dada
- Pemeriksaan darah
- Biopsi, misalnya biopsi hati, kelenjar getah bening, paru, atau luka di kulit
- Bronkoskopi
Penanganan Sarkoidosis
Penanganan Sarkoidosis
Gejala sarkoidosis seringkali secara perlahan akan menghilang dengan sendirinya dan tidak perlu dilakukan pengobatan. Pengobatan yang diberikan bertujuan untuk menekan sistem kekebalan tubuh yang abnormal dan meredakan gejala berat, seperti sesak napas, nyeri sendi, demam, serta jika penyakit telah mengenai organ lain seperti hati, jantung, kulit, dan susunan saraf.
Keberhasilan pengobatan dinilai melalui hasil pemeriksaan ulang secara berkala untuk mengetahui apakah terdapat kekambuhan setelah pengobatan dihentikan.
Pada kegagalan organ yang tidak dapat diperbaiki, kadang perlu dilakukan pencangkokan organ.
Komplikasi Sarkoidosis
Terkadang sarkoidosis dapat menyebabkan masalah jangka panjang.
- Paru-paru. Sarkoidosis pulmonal yang tidak diatasi dapat menyebabkan jaringan parut yang menetap, yang disebut dengan fibrosis pulmonal. Jaringan fibrosis ini membuat penderitanya sulit bernapas dan terkadang menyebabkan hipertensi pulmonal.
- Mata. Peradangan dapat mempengaruhi hampir semua bagian mata. Sarkoidosis dapat menyebabkan kerusakan retina, dan dapat terjadi katarak dan glaukoma.
- Ginjal. Sarkoidosis dapat mempengaruhi cara tubuh mengolah kalsium. Kadar kalsium darah dapat meningkat (hiperkalsemia), yang menyebabkan terbentuknya batu ginjal dan mempengaruhi kerja ginjal. Penyakit ginjal jangka panjang dapat terjadi.
- Jantung. Sarkoidosis jantung dapat menyebabkan terbentuknya granuloma di jantung, yang dapat mengganggu denyut jantung, aliran darah dan fungsi jantung.
- Sistem saraf. Sebagian penderita dikemudian hari akan mengalami masalah pada sistem saraf.
Prognosis Sarkoidosis
Sarkoidosis bisa membaik atau sembuh spontan pada sekitar 2/3 penderita. Bahkan pembesaran kelenjar getah bening di dada dan peradangan paru-paru yang luas bisa menghilang dalam waktu beberapa bulan atau tahun. Penyakit bisa menjadi kronis atau progresif pada 10-30% penderita.
Penderita sarkodosis dengan gangguan yang masih terbatas di daerah dada memiliki prognosis yang lebih baik daripada penderita yang juga memiliki gangguan sarkoidosis di tempat lain. Penderita dengan pembesaran kelenjar getah bening di dada tapi tidak menunjukkan adanya penyakit paru-paru mempunyai prognosis yang sangat baik.
Sekitar 50% yang pernah menderita sarkoidosis mengalami kekambuhan. Sekitar 10% penderita mengalami kecacatan yang serius karena kerusakan pada mata, sistem pernapasan atau organ lainnya. Adanya jaringan parut pada paru-paru memicu terjadinya gagal pernapasan yang merupakan penyebab utama kematian.
Dokter Spesialis
Untuk informasi atau penanganan penyakit ini, konsultasikan lebih lanjut dengan dokter.
Pencegahan Sarkoidosis
Karena penyebabnya tidak diketahui dengan pasti, cara mencegah atau mengurangi risiko terkena sarkoidosis juga belum diketahui. Mengkonsumsi obat sesuai resep dapat mengurangi risiko kerusakan organ akibat granuloma.
Referensi
Referensi:
- H, Denis. Sarcoidosis. Medline Plus. 2013.
- K, Talmadge E. Sarcoidosis. Merck Manual Home Health Handbook. 2008.
- my.clevelandclinic.org. Sarcoidosis. 2025.
- S, William C. Sarcoidosis. Medicine Net. 2013.
- www.mayoclinic.or. Sarcoidosis. 2025.