Informasi Penyakit

Gangguan Dismorfik Tubuh

dr. VIDYA HARTIANSYAH
28 September 2026
Gangguan Dismorfik Tubuh

Gangguan Dismorfik Tubuh

dr. VIDYA HARTIANSYAH
28 September 2026

Gangguan dismorfik tubuh merupakan suatu gangguan di mana seseorang terus memikirkan dan meyakini bahwa terdapat cacat pada penampilan diri, yang sebenarnya tidak ada atau kecil, sehingga membuat penderita menjadi sangat tertekan dan mengganggu aktivitas.


Penyebab Gangguan dismorfik tubuh

Penyebab Gangguan Dismorfik Tubuh

Penyebab terjadinya gangguan ini belum diketahui secara jelas. Orang-orang dengan gangguan dismorfik tubuh percaya bahwa mereka memiliki ketidaksempurnaan atau cacat pada penampilan fisiknya, yang sebenarnya tidak ada atau kecil. Gangguan ini biasanya mulai terjadi saat masa remaja.

Gangguan ini bisa terjadi akibat kombinasi berbagai hal seperti:

  • Kelainan struktur atau neurokimia otak
  • Genetik. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa gangguan dismorfik tubuh lebih sering terjadi pada orang-orang yang memiliki riwayat gangguan ini dalam keluarga.
  • Lingkungan. Pengalaman hidup, kebudayaan, dan lingkungan bisa mempengaruhi terjadinya gangguan ini, terutama jika memberikan pengalaman negatif tentang citra diri atau kondisi tubuh seseorang.

Gejala Gangguan dismorfik tubuh

Gejala Gangguan Dismorfik Tubuh

Tanda dan gejala gangguan dismorfik tubuh bisa berupa:

  • Preokupasi terhadap penampilan fisik secara berlebihan. Penderita menghabiskan waktu berjam-jam untuk terus memikirkan cacat yang ia bayangkan dimilikinya.
  • Sering memperhatikan gambaran diri di cermin, atau sebaliknya, menghindari gambaran diri di cermin
  • Adanya keyakinan yang kuat bahwa dirinya memiliki kelainan atau cacat pada penampilan yang membuatnya jelek
  • Adanya keyakinan bahwa orang lain melihat penampilan dirinya secara negatif
  • Menghindari situasi sosial
  • Merasa hanya ingin berada di rumah
  • Kebutuhan untuk mendapat penghiburan dari orang lain mengenai penampilan dirinya
  • Sering membeli kosmetik dengan sedikit rasa puas
  • Berpakaian atau berolahraga secara berlebihan sebagai upaya memperbaiki penampilan
  • Kebutuhan untuk menumbuhkan janggut atau memakai kosmetik/pakaian yang berlebihan untuk menyamarkan kecatatan yang ada
  • Membandingkan penampilan diri dengan orang lain
  • Keengganan untuk ikut masuk dalam foto
  • Menjalani pengobatan medis, perawatan gigi, atau operasi, terkadang sampai berulang kali untuk memperbaiki kecatatan yang diyakininya ada

Bagian tubuh yang umumnya menjadi obsesi penderita antara lain:

  • Wajah: hidung, keriput, atau jerawat
  • Rambut: penampilan, tipis, dan kebotakan
  • Kulit dan penampakan vena
  • Ukuran payudara
  • Ukuran dan tonus otot
  • Genitalia

Seseorang bisa menjadi sangat yakin akan kecacatan yang ia bayangkan ada meskipun tidak benar, tidak peduli seberapa banyak orang lain mencoba meyakinkan hal yang sebaliknya. Pemikiran dan keyakinan yang berlebihan akan kecacatan tersebut sangat mempengaruhi hidup, sehingga membuat penderita tidak masuk sekolah, kerja, atau situasi sosial tertentu.


Kapan Harus ke Dokter

Rasa malu akan penampilan diri mungkin menghambat Anda pergi ke dokter, akan tetapi bila Anda sudah mulai merasakan gejala-gejala seperti disebutkan di atas, segera konsultasikan dengan ahlinya. Gangguan dismorfik tubuh tidak akan membaik dengan sendirinya, dan bila dibiarkan akan memburuk seiring waktu, bahkan dapat membuat penderitanya merasa ingin melukai diri sendiri.

Bila muncul keinginan untuk melukai diri sendiri, segera cari bantuan. Anda mungkin merasa cemas, takut, atau malu karena memiliki pemikiran tersebut, akan tetapi dukungan dari orang yang tepat akan membantu Anda merasa lebih baik, bukan semakin memburuk. Anda dapat mencoba meminta bantuan dari:

  • Tenaga kesehatan mental profesional (dokter spesialis psikiatri, atau psikiater)
  • Puskesmas atau rumah sakit terdekat
  • Hotline bantuan psikologis, misalnya Telepon Darurat 119 ext. 8, atau menghubungi website Layanan Kesehatan Mental, misalnya Indonesia Sehat Jiwa
  • Bercerita kepada orang terdekat yang dapat dipercaya
  • Meminta bantuan pemuka agama yang mengerti kesehatan jiwa

Diagnosis Gangguan dismorfik tubuh

Diagnosis Gangguan Dismorfik Tubuh

Karena banyak orang dengan gangguan dismorfik tubuh terlalu malu untuk menunjukkan gejala-gejala yang mereka alami, maka gangguan ini bisa tidak terdiagnosis selama bertahun-tahun. Gangguan ini bisa dibedakan dari kekhawatiran normal mengenai penampilan, karena adanya preokupasi yang menghabiskan banyak waktu dan menyebabkan penderita merasa sangat tertekan atau mengalami gangguan dalam melakukan aktivitas sehari-hari.


Penanganan Gangguan dismorfik tubuh

Pengobatan Gangguan Dismorfik Tubuh

Pengobatan kondisi ini biasanya melibatkan terapi, obat-obatan atau kombinasi keduanya. Penanganan yang diberikan untuk gangguan dismorfik tubuh tidak mudah untuk dilakukan, terutama jika penderita tidak mau dan aktif berpartisipasi dalam proses pengobatan. Terapi perilaku dan kognitif bertujuan untuk:

  • Membantu penderita untuk menyadari kondisi, perasaan, pikiran, mood, dan perilakunya
  • Membantu penderita untuk menghentikan pikiran-pikiran negatif dan melihat dirinya dengan cara positif dan realistis
  • Belajar untuk mengatasi desakan untuk melakukan tindakan-tindakan yang biasanya dilakukan, misalnya sering bercermin
  • Belajar bagaimana bersosialisasi dengan orang lain

Selain itu, pemberian obat-obatan, juga bisa dilakukan untuk mengatasi kondisi lain yang menyertai, misalnya depresi.


Komplikasi Gangguan Dismorfik Tubuh

Komplikasi akibat kondisi ini atau yang berkaitan dengan gangguan ini antara lain:

  • Merasa tidak percaya diri
  • Isolasi sosial
  • Depresi atau gangguan mood lainnya
  • Pikiran atau tindakan untuk bunuh diri
  • Gangguan kecemasan, termasuk gangguan kecemasan sosial (fobia sosial)
  • Gangguan obsesif kompulsif
  • Gangguan makan
  • Penyalahgunaan obat/zat
  • Masalah kesehatan akibat kebiasaan, misalnya mengelupaskan kulit
  • Nyeri fisik atau risiko perubahan bentuk tubuh yang tidak normal akibat tindakan operasi berulang

Prognosis Gangguan Dismorfik Tubuh

Kondisi ini dapat mengganggu banyak aspek dalam hidup, dan membuat penderitanya sulit fokus pada hal-hal yang sebenarnya lebih penting. Pengobatan dapat membantu, tetapi memerlukan upaya dan waktu yang lama. Gejala dapat sesekali kambuh, dan menjadi lebih berat.


Dokter Spesialis

Untuk informasi atau penanganan penyakit ini, konsultasikan lebih lanjut dengan dokter.


Pencegahan Gangguan Dismorfik Tubuh

Belum diketahui cara mencegah gangguan dismorfik tubuh, meskipun begitu, karena kondisi ini seringkali muncul pada awal masa remaja, mengidentifikasi kondisi ini lebih awal dan segera memulai terapi dapat memberikan manfaat. Pengobatan jangka panjang dapat membantu mencegah kekambuhan.


Referensi

Referensi:

  • Mayo Clinic. Body Dysmorphic Disorder. 2022.
  • my.clevelandclinic.org. Body Dysmorphic Disorder. 2026.
  • P, Katharine A. Body Dysmorphic Disorder. Merck Manual Home Health Handbook. 2008

 

Copyright 2026 by Medicastore
PT. Clinisindo Putra Perkasa
Copyright 2026 by Medicastore
PT. Clinisindo Putra Perkasa