Informasi Penyakit

Amnesia Disosiatif

dr. VIDYA HARTIANSYAH
28 September 2026
Amnesia Disosiatif

Amnesia Disosiatif

dr. VIDYA HARTIANSYAH
28 September 2026

Amnesia adalah ketidakmampuan untuk mengingat secara penuh atau sebagian pengalaman yang baru atau lama. Ketika amnesia disebabkan oleh faktor psikologis daripada gangguan fisik, maka amnesia ini disebut sebagai amnesia disosiatif.

Pada amnesia disosiatif, ingatan yang hilang biasanya berupa informasi yang normalnya merupakan bagian dari pengetahuan yang rutin atau ingatan autobiografi, misalnya dengan siapa berbicara, atau apa yang telah dilakukan.

Amnesia disosiatif disebabkan oleh trauma atau stress yang menghasilkan ketidakmampuan untuk mengingat informasi pribadi yang penting.


Penyebab Amnesia disosiatif

Penyebab Amnesia Disosiatif

Gangguan ini paling sering terjadi pada dewasa muda, biasanya orang-orang yang pernah mengalami perang, kecelakaan, atau bencana alam. Amnesia disosiatif juga bisa menghalangi ingatan akan pelecehan seksual saat masa kanak-kanak.

Amnesia disosiatif bisa menetap untuk beberapa waktu setelah peristiwa traumatik. Terkadang, penderita tampak memperoleh ingatannya kembali secara spontan. Tetapi hal ini seringkali tidak jelas apakah ia telah memperoleh ingatannya kembali yang menggambarkan peristiwa sebenarnya, kecuali telah dikonfirmasi oleh orang lain.


Gejala Amnesia disosiatif

Gejala Amnesia Disosiatif

Gejala yang paling sering terjadi adalah hilangnya ingatan. Segera setelah ingatan hilang, beberapa penderita terlihat bingung dan merasa tertekan karena amnesia yang dialami. Sebagian besar penderita memiliki satu kekosongan atau lebih pada ingatannya. Kekosongan ini biasanya berkisar antara beberapa menit hingga beberapa jam atau hari, tetapi bisa juga hingga beberapa tahun atau bahkan seluruh hidupnya. Sebagian besar penderita menyadari bahwa mereka kehilangan waktu-waktu tertentu. Namun, sebagian penderita baru menyadarinya kemudian hari, yaitu ketika ingatan-ingatan tersebut muncul kembali atau ketika mereka dihadapkan pada bukti-bukti akan segala sesuatu yang telah mereka lakukan, tetapi mereka tidak bisa mengingatnya. Beberapa penderita melupakan sebagian tetapi tidak seluruh peristiwa dalam periode waktu tertentu.

 


Kapan Harus ke Dokter?

 

 

 

 

 


Diagnosis Amnesia disosiatif

Diagnosis Amnesia Disosiatif

Gejala-gejala yang dialami oleh penderita perlu dinilai dengan seksama. Pemeriksaan fisik dilakukan untuk mecari tau penyebab terkait amnesia.

Pemeriksaanpenunjang dapat dilakukan untuk membantu menyingkirkan penyebab lain , seperti MRI (Magnetic Resonance Imaging) , EEG (Electroencephalography) , dan pemeriksaan darah untuk melihat apakah terdapat toksin atau obat-obat terlarang.

Pemeriksaan psikologis khusus seringkali membantu untuk menggambarkan gangguan yang dialami dan pengalaman disosiatif yang terjadi.


Penanganan Amnesia disosiatif

Pengobatan Amnesia Disosiatif

Pengobatan dapat dimulai dengan membantu penderita merasa aman dan terlindungi. Jika ingatan yang hilang tidak kembali dengan spontan, maka akan dilakukan teknik pemulihan ingatan, misalnya dengan hipnosis atau wawancara serta dibantu oleh obat-obatan. Teknik ini digunakan untuk mengurangi kecemasan yang berhubungan dengan periode waktu dimana ingatan hilang dan untuk menembus pertahanan penderita yang memproteksi agar tidak mengingat kembali pengalaman atau konflik yang menyakitkan tersebut. Kembalinya ingatan harus dikonfirmasi dengan orang atau sumber yang lain untuk melihat akurasinya.

Setelah amnesia teratasi, psikoterapi tetap perlu dilakukan untuk membantu penderita mengerti trauma atau konflik yang menyebabkan timbulnya amnesia. Penderita dibantu untuk mengatasinya sehingga dapat melanjutkan hidup dengan lebih baik.

Sebagian besar penderita bisa mengembalikan ingatan yang hilang dan menyelesaikan konflik yang menyebabkan amnesia. Namun, ada juga penderita yang tidak dapat mengingat ingatannya kembali setelah dilakukannya terapi.


Komplikasi Amnesia Disosiatif

profound emotional distress, relationship breakdown, and an increased risk of self-harm or suicide when traumatic memories resurface.  Self-Harm and Suicide Risk: The underlying psychological pain and sudden emotional shock from recovering memories elevate the risk of self-directed violence. Relationship and Occupational Difficulties: Forgetting family members, personal history, or work responsibilities creates severe interpersonal conflict and social isolation. Dissociative Fugue: Patients may unexpectedly wander or travel, sometimes adopting a completely new identity while remaining oblivious to their past. Comorbid PTSD: The condition frequently co-occurs with post-traumatic stress disorder, complicating the overall recovery timeline.

he family may also be dealing with a stressful event that caused the amnesia, such as abuse or an accident. Daily activities may trigger the underlying cause and cause the individual to further disassociate. This risk is higher when the triggering event is related to the home and family life – child or spousal abuse, for example.

DA can have adverse effects on a career. The individual will likely be able to recall basic knowledge, routines and rules, but other important information may be lost, such as remembering important contacts.

Depression and Anxiety: Many individuals experience severe secondary mood disorders as they struggle with identity gaps and memory loss.

 

 


Prognosis Amnesia Disosiatif

Many people who have amnesia aren’t aware they have it. You might not realize you have memory gaps until someone else asks or mentions something you should remember but can’t. Some people may feel upset, afraid or anxious about this. Others will seem indifferent or unbothered.

Dissociative amnesia can range from mild and limited to severe and disabling. People with dissociative amnesia are more likely to have other mental health conditions, too. Some of the most common examples include:

  • Anxiety.
  • Depression.
  • Eating disorders.
  • Personality disorders.
  • Post-traumatic stress disorder (PTSD) or complex PTSD (CPTSD).
  • Self-harm and suicidal behaviors.
  • Substance use disorder (SUD) or alcohol use disorder.

Most people will regain their memories over time. Treatment can speed up that process and help you manage the effects of regaining those memories, too.

Unfortunately, some people won’t regain their missing memories. While that’s not the case for most people with dissociative amnesia, it does happen. If you’re concerned about this happening, talk to your healthcare provider. They can help you develop coping strategies to manage the feelings you experience surrounding this.

The outlook for dissociative amnesia is as unique as the person who has it. With treatment, many people can regain their memories, manage the feelings that come with them and continue with life as usual (or nearly so).

The severity of dissociative amnesia often corresponds to the severity of the underlying cause(s) or contributing factor(s). The more severe the trauma that causes the amnesia, the more severe the amnesia and its effects will be.

People with severe dissociative amnesia who don’t recover their memories may find that memory loss disrupts their lives. It can affect their ability to form relationships (romantic and otherwise).

Recovering memories can also come with its own challenges. Some feel overwhelmed and struggle to deal with the feelings and memories. Treatment is critical for people going through this because the risk of dangerous behaviors, including self-harm and suicide, is much higher.


Dokter Spesialis

Untuk informasi atau penanganan penyakit ini, konsultasikan lebih lanjut dengan dokter.


Pencegahan Amnesia Disosiatif

Preventing psychological trauma may help prevent dissociative amnesia, although this is not always possible. If a person receives treatment as soon as symptoms present, it may limit future amnesic episodes.

 

 

 

 


Referensi

Referensi :

  • my.clevelandclinic.org. Dissociative Amnesia. 2023.
  • S, Daphne. Dissociative Amnesia. Merck Manual Home Health Handbook. 2008.
  • www.medicalnewstoday.com. What is dissociative amnesia disorder?. 2025.
Copyright 2026 by Medicastore
PT. Clinisindo Putra Perkasa
Copyright 2026 by Medicastore
PT. Clinisindo Putra Perkasa