Cegukan
Cegukan adalah suatu kondisi di mana terjadi spasme (berkontraksi, kejang) berulang dari diafragma, yang dengan cepat diikuti oleh penutupan glottis yang mengeluarkan suara.
Diafragma adalah otot yang memisahkan dada dengan perut dan berperan dalam pernapasan. Glottis adalah lubang diantara pita suara yang mengatur pengaliran udara ke paru-paru.

Penyebab Cegukan
Penyebab Cegukan
Penyebab cegukan yang berlangsung kurang dari 2 hari yang paling sering antara lain:
- Minum minuman berkarbonasi
- Minum alkohol terlalu banyak
- Terlalu banyak makan
- Terlalu senang/bersemangat atau ada stress emosional
- Perubahan suhu tiba-tiba
- Menelan udara ketika mengunyah permen karet atau mengulum permen
Cegukan yang berlangsung lebih dari 2 hari dapat disebabkan oleh berbagai hal, yang terbagi menjadi empat kelompok:
- Kerusakan atau iritasi saraf
- Penyakit pada sistem saraf pusat, misalnya tumor atau infeksi
- Penyakit metabolik (misalnya diabetes, penyakit ginjal, ketidakseimbangan elektrolit) dan obat-obatan (anestesi, golongan barbiturat, steroid, obat penenang)
Ketika penyebabnya serius, cegukan cenderung menetap sampai penyebabnya teratasi.
Gejala Cegukan
Gejala Cegukan
Gejala cegukan yaitu kejang diafragma yang tidak dapat dikontrol dan suara 'hik' dari mulut. Sebagian orang dengan cegukan yang menetap tidak mengeluarkan suara 'hik'.
Terkadang ada sedikit sensasi kencang di dada, area perut atau tenggorokan.
Kapan Harus ke Dokter?
Konsultasikan dengan dokter bila cegukan berlangsung lebih dari dua hari.
Diagnosis Cegukan
Diagnosis Cegukan
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejala yang ada.
Pada orang-orang dengan cegukan, perlu diperhatikan jika mengalami beberapa tanda dan gejala berikut, yaitu:
- sakit kepala,
- kelemahan,
- rasa baal, dan
- hilang keseimbangan.
Seseorang dengan cegukan yang disertai gejala-gejala ini harus memeriksakan diri ke dokter segera.
Seseorang yang mengalami cegukan selama lebih dari 2 atau 3 hari juga harus segera pergi ke dokter, meskipun tidak terdapat tanda atau gejala lainnya.
Penanganan Cegukan
Penanganan Cegukan
Cegukan yang singkat biasanya akan hilang dengan sendirinya, dengan atau tanpa terapi.
Cara-cara berikut ini dapat Anda coba untuk menghentikan cegukan:
- Bernapas dalam kantong kertas
- Berkumur dengan air es
- Menahan napas
- Minum air dingin
Untuk cegukan yang berlangsung lebih dari dua hari, dapat digunakan obat sebagai berikut:
- Baclofen
- Chlorpromazine
- Metoclopramide
Obat-obatan tersebut diberikan harus atas pemeriksaan dan peresepan dokter terlebih dahulu karena harus dilakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab cegukan Anda dan obat apa yang sesuai.
Cegukan yang persisten atau menetap perlu diberikan penanganan, sesuai dengan penyebab yang mendasarinya.
Komplikasi Cegukan
Cegukan yang tidak kunjung berhenti dapat mengganggu aktivitas seperti makan, minum, tidur dan bicara. Cegukan juga dapat memperburuk nyeri.
Prognosis Cegukan
Cegukan yang sementara akan menghilang dalam beberapa menit, sedangkan cegukan yang menetap, bisa berlangsung selama beberapa hari, minggu bahkan bulan.
Bila cegukan sering Anda alami, buatlah catatan kapan cegukan muncul untuk mengetahui polanya, sehingga bisa dihindari.
Informasi Produk Terkait Cegukan
Dokter Spesialis
Untuk informasi atau penanganan penyakit ini, konsultasikan lebih lanjut dengan dokter.
Pencegahan Cegukan
Frekuensi cegukan jangka pendek dapat dikurangi dengan menghindari faktor-faktor pemicu terjadinya cegukan, yaitu:
- Makan makanan besar; makanlah dalam jumlah sedikit, dan mengunyah dengan perlahan
- Minum minuman berkarbonasi atau alkohol
- Perubahan suhu mendadak
- Makanan yang terlalu panas atau dingin
Referensi
Referensi:
- G. J. Norton. Hiccups. Merck Manual Home Health Handbook. 2012.
- my.clevelandclinic.org. Hiccups. 2024.
- news.psu.edu
- www.mayoclinic.org. Hiccups. 2023.