Informasi Penyakit

Radang Usus Buntu (Appendisitis) pada Anak

dr. VIDYA HARTIANSYAH
21 Juli 2026
Radang Usus Buntu (Appendisitis) pada Anak

Radang Usus Buntu (Appendisitis) pada Anak

dr. VIDYA HARTIANSYAH
21 Juli 2026

Radang usus buntu (appendisitis) adalah peradangan dan infeksi pada usus buntu (appendiks). Usus buntu (appendiks) merupakan bagian dari usus yang berukuran kecil, sebesar jari, dan tidak memiliki fungsi penting yang jelas untuk tubuh.

Radang usus buntu adalah keadaan darurat medis yang membutuhkan operasi. Penyakit ini jarang terjadi pada anak yang berusia di bawah 1 tahun, namun lebih umum terjadi pada saat anak bertambah besar dan paling sering terjadi pada usia remaja sampai usia 20 tahunan.


Penyebab Radang usus buntu pada anak

Penyebab Radang Usus Buntu (Appendisitis) pada Anak

Radang usus buntu (appendisitis) tampaknya terjadi ketika usus buntu tersumbat oleh material tinja yang keras (fecalith) atau pembengkakan kelenjar getah bening di usus halus, yang bisa terjadi karena berbagai infeksi. Pada kedua kasus tersebut, usus buntu (appendiks) membengkak, dan bakteri di dalamnya berkembang. Pada kasus yang jarang, radang usus buntu juga bisa disebabkan oleh adanya benda asing atau cacing.

Jika radang usus buntu (appendisitis) tidak dikenali atau tidak ditangani, maka appendiks bisa pecah dan menyebabkan kantong infeksi di luar usus halus (abses) atau keluarnya isi usus ke dalam rongga perut dan menyebabkan infeksi berat (peritonitis). Pada sekitar 25% anak yang mengalami radang usus buntu, appendiks sudah pecah saat mereka sampai di rumah sakit.


Gejala Radang usus buntu pada anak

Gejala Radang Usus Buntu (Appendisitis) pada Anak

Penyakit usus buntu hampir selalu menyebabkan rasa sakit. Rasa sakit bisa berawal dari perut bagian tengah, sampai ke pusar, dan berakhir di perut bagian kanan bawah. Rasa sakit, terutama pada bayi dan anak-anak, bisa agak meluas dan tidak hanya pada perut bagian kanan bawah. Anak-anak yang lebih kecil mungkin kurang mampu menunjukkan lokasi spesifik dari sakit yang dirasakan.

Setelah rasa sakit pada perut muncul, banyak anak mulai muntah dan tidak mau makan. Umumnya terjadi demam ringan (sekitar 37.7-38.3oC). Kondisi ini berbeda dengan anak-anak yang mengalami gastroenteritis karena virus, di mana biasanya timbul muntah terlebih dahulu dan sakit perut serta diare timbul kemudian.


Kapan Harus ke Dokter?

Periksakan anak ke dokter, atau segera bawa anak ke rumah sakit bila ada gejala appendisitis. Appendiks yang terinfeksi dapat pecah, kondisi ini merupakan kegawatdaruratan dan dapat fatal.

 


Diagnosis Radang usus buntu pada anak

Diagnosis Radang Usus Buntu (Appendisitis) pada Anak

Banyak gangguan yang bisa menimbulkan gejala-gejala yang mirip dengan appendisitis, misalnya gastroenteritis virus, divertikulum Meckel, intususepsi, dan penyakit Crohn. Seringkali, anak-anak tidak memiliki gejala-gejala dan hasil pemeriksaan fisik yang khas, terutama jika appendiks tidak berada pada posisi yang biasanya, yaitu di perut bagian kanan bawah.

Dugaan radang usus buntu pada anak biasanya dipastikan dengan bantuan pemeriksaan ultrasonografi . Jika tidak memadai, maka bisa dilakukan pemeriksaan CT scan perut atau laparoskopi untuk melihat bagian dalam perut. Pemeriksaan fisik berulang, terutama pada anak-anak dengan nyeri perut yang tidak khas, bisa membantu dokter untuk memastikan apakah terdapat appendisitis atau tidak.


Penanganan Radang usus buntu pada anak

Pengobatan Radang Usus Buntu (Appendisitis) pada Anak

Penanganan terbaik untuk radang usus buntu (appendisitis) adalah mengangkat usus buntu yang meradang melalui pembedahan. Tindakan operasi ini cukup sederhana dan aman, biasanya hanya membutuhkan rawat inap selama 2-3 hari pada kasus-kasus tanpa komplikasi. Tetapi, jika appendiks telah pecah, maka appendiks perlu diangkat, selain itu rongga perut perlu dicuci. Setelah operasi, perlu dipantau apakah terjadi komplikasi, seperti infeksi atau sumbatan usus.

Pada sekitar 10-20% kasus, ditemukan appendiks yang normal saat dilakukan appendiktomi. Tetapi temuan ini tidak dianggap sebagai kesalahan medis, karena jika dicurigai terjadi appendisitis dan tindakan operasi ditunda, maka bisa menimbulkan akibat yang serius. Jika appendiks ditemukan normal, biasanya appendiks tetap diangkat, sehingga anak tersebut tidak akan pernah mengalami appendisitis, dan kemudian dokter bedah akan mencari apakah terdapat penyebab lain dari timbulnya rasa nyeri pada perut. Tanpa pembedahan atau antibiotik, lebih dari 50% penderita appendisitis akan meninggal.

 


Komplikasi Radang Usus Buntu (Appendisitis) pada Anak

Komplikasi yang paling signifikan adalah perforasi, dengan anak berusia di bawah 2 tahun paling berisiko. Perforasi atau pecahnya appendiks dapat menyebabkan terbentuknya abses, peritonitis, dan sepsis. Komplikasi pasca operasi adalah infeksi luka, abses intra-abdomen, dan sumbatan usus halus.


Prognosis Radang Usus Buntu (Appendisitis) pada Anak

Prognosis appendisitis sangat baik, pada anak "sehat" tanpa komplikasi. Sebagian besar anak sembuh sepenuhnya setelah operasi, dan dapat kembali bersekolah dalam 1 minggu setelahnya, dan dapat kembali beraktivitas fisik penuh dalam 2 - 3 minggu, bergantung pada masing-masing anak.

 

 


Dokter Spesialis

Untuk informasi atau penanganan penyakit ini, konsultasikan lebih lanjut dengan dokter.


Pencegahan Radang Usus Buntu (Appendisitis) pada Anak

Karena penyebab pasti dari appendisitis tidak diketahui, belum diketahui cara untuk mencegahnya. Pastikan untuk segera memeriksakan anak ke dokter bila ada gejala.

 

 


Referensi

Referensi:

  • C, William J. Appendicitis. Merck Manual Home Health Handbook. 2012. 
  • www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK441864/. Pediatric Appendicitis. 2025.
Copyright 2026 by Medicastore
PT. Clinisindo Putra Perkasa
Copyright 2026 by Medicastore
PT. Clinisindo Putra Perkasa