Jari Kaku dan Sakit saat Ditekuk ? Kenali Gejala dan Penyebab Trigger Finger

 

Aktivitas sehari-hari banyak bergantung pada kemampuan jari tangan untuk bergerak dengan leluasa. Namun, ketika tendon mengalami iritasi atau peradangan, dapat muncul trigger finger yang membuat jari kaku, tersangkut, bahkan terkunci saat ditekuk atau diluruskan.

 

Kondisi ini dapat dipicu oleh penggunaan tangan secara berulang, tekanan atau beban berlebih pada jari, maupun faktor lainnya. Jika tidak ditangani dengan tepat, trigger finger dapat menimbulkan rasa nyeri dan mengganggu berbagai aktivitas sehari-hari.

 

Apa Itu Trigger Finger?

 

Secara medis, trigger finger (stenosing tenosynovitis) adalah kondisi ketika selubung yang melapisi tendon jari mengalami peradangan. Kondisi ini menyebabkan jari terasa sakit atau kaku saat ditekuk maupun diluruskan. Jari juga tidak bisa menutup dan membuka dengan mudah.

 

Rasa sakit yang dialami oleh penderita umumnya akan lebih parah di pagi hari. Penderita akan merasakan nyeri, dan jika kondisinya parah jari akan terkunci yang menyebabkan jari mengencang atau kaku. Kekakuan biasanya akan sedikit membaik saat Anda mulai menggunakan jari sepanjang hari.

 

Penyakit ini seringkali terjadi di jari manis atau jempol. Saat mengalami sakit, jari seolah “tersangkut” dalam posisi tertekuk seperti akan menembak atau sedang menarik pelatuk dari pistol imajiner. Jari yang tersangkut tersebut akan memberikan gerakan tersentak ketika diluruskan atau diregangkan.

 

Penyebab Utama Terjadinya Trigger Finger

 

Penyebab Utama Terjadinya Trigger Finger

 

Bersumber dari Kemenkes, pada kebanyakan kasus yang sudah terjadi penyebab stenosing tenosynovitis masih belum diketahui secara pasti. Namun secara umum, penyebab penyakit ini seringkali terjadi pada seseorang dengan kondisi sebagai berikut:  

 

1. Peradangan di Area Tendon

Penyebab utama stenosing tenosynovitis adalah akibat peradangan atau iritasi di area tendon. Akibatnya, tendon yang seharusnya dapat membantu jari untuk dapat menekuk atau diregangkan dengan mudah, menjadi tidak berfungsi dengan baik.

 

2. Perubahan Ukuran Struktur Jari

Tendon dirancang memiliki ukuran yang tepat sesuai struktur jari. Jika terjadi perubahan ukuran struktur jari akibat kondisi tertentu, maka tendon menjadi terjepit pada sistem katrol yang menyebabkan Anda mengalami trigger finger. Kondisi ini mengakibatkan tendon tertekan dan akhirnya menebal. 

 

3. Sistem Katrol Menebal

Lapisan tendon yang memproduksi lebih banyak cairan mengakibatkan meningkatnya tekanan di area tendon. Permukaan bawah katrol juga akan mengalami perubahan dan menebal. Akibatnya, menahan tendon yang bergerak menyebabkan tendon mengalami kesulitan untuk bergerak maju dan mundur.

 

4. Melakukan Gerakan Tangan Berulang

Melakukan gerakan tangan berulang seperti mengepal, dan menggenggam barang dalam waktu yang lama juga menjadi penyebab utama Anda mengalami trigger finger. Aktivitas tersebut menyebabkan ligamen di sekitar jari menjadi meradang, membengkak, dan akhirnya menjadi seperti terkunci.

 

5. Memiliki Riwayat Kondisi Medis Tertentu

Orang dengan riwayat penyakit rheumatoid arthritis, asam urat, osteoarthritis, penyakit ginjal, kelainan penyimpanan glikogen, dan diabetes lebih rentan mengalami sakit stenosing tenosynovitis ini. Bahkan parahnya pada penderita diabetes, sekitar 50% mengalami penyakit ini pada lebih dari satu jari.

 

Faktor Risiko yang Mempercepat Peradangan Tendon

 

Perlu diketahui, semua orang memiliki risiko mengalami stenosing tenosynovitis. Namun beberapa kondisi berikut memiliki risiko yang lebih tinggi mengalami trigger finger, antara lain:

  • Jenis kelamin: stenosing tenosynovitis lebih sering dialami oleh wanita dibandingkan pria.
  • Kelompok usia: stenosing tenosynovitis didominasi dialami oleh usia 40–60 tahun.
  • Riwayat penyakit bawaan: Penderita diabetes melitus, artritis (radang sendi), dan asam urat lebih rentan mengalami stenosing tenosynovitis.
  • Gangguan sendi/autoimun: Orang dengan riwayat penyakit Rheumatoid Arthritis beresiko lebih tinggi merasakan nyeri.
  • Pekerjaan/hobi: seseorang yang banyak menggunakan pergerakan jari seperti sering mengetik, cuci baju manual, pegang alat musik/perkakas.

 

Gejala Jari Kaku Akibat Trigger Finger

 

Gejala yang paling khas dialami oleh penderita stenosing tenosynovitis adalah ketika jari hendak ditekuk atau diregangkan akan terasa kaku dan sensasi “tersangkut”. Beberapa gejala stenosing tenosynovitis lainnya meliputi:

  • Sensasi nyeri dan tidak nyaman pada pangkal jari (terutama saat menggenggam).
  • Sensasi rasa nyeri hebat ketika jari digerakkan.
  • Jari terasa kaku (terutama saat pagi hari).
  • Sensasi seperti bunyi “pop” atau “klik” atau menyentak saat menggerakan jari.
  • Muncul pembengkakan atau benjolan lunak di pangkal jari yang sakit.
  • Kesulitan meluruskan jari setelah ditekuk (sensasi seperti “tersangkut”). .
  • Jari tangan sering kali berada di posisi tetap meskipun telah berusaha ditekuk atau diregangkan.

 

Cara Mengatasi Trigger Finger secara Efektif

 

Penanganan stenosing tenosynovitis yang efektif sejak dini sesuai tingkat keparahannya, ditujukan untuk mengurangi atau menghilangkan gejala sakit Sehingga memungkinkan gerakan jari kembali normal dan tidak mengalami nyeri saat ditekuk atau diluruskan.

 

1. Istirahatkan Jari

Hindari atau kurangi gerakan jari berulang seperti berada dalam satu posisi untuk jangka panjang pada aktivitas pekerjaan, tugas, maupun hobi. Jika terpaksa melakukannya, gunakan pelindung jari seperti splint agar tidak memperberat kerja tangan.

 

2. Splinting di Malam Hari

Selanjutnya trigger finger juga bisa diatasi dengan menggunakan splint atau bidai pada jari yang mengalami sakit. Splint akan membantu jari kembali ke posisi semula, dan mencegah “locking” yang nyeri pada jari saat tidur. Waktu efektif untuk menggunakan splint adalah di malam hari atau semalaman saat tidur.

 

3. Terapi Fisik dan Latihan Peregangan Jari

Terapi fisik dan latihan peregangan jari juga penting dilakukan. Ikuti langkah-langkah berikut untuk mengurangi kekakuan dan meningkatkan mobilitas jari tangan:

  • Mulailah dengan merendam bagian tangan yang sakit dalam air hangat sekitar selama 5 menit untuk merilekskan tendon.
  • Regangkan jari ke arah berlawanan dengan area jari yang terkunci.
  • Tahan sekitar 10 detik.
  • Lakukan aktivitas tersebut sampai Anda merasa nyeri pada jari yang terkunci mulai mereda.

 

4. Konsumsi Obat Anti Inflamasi Non Steroid

Dokter juga mungkin akan meresepkan obat anti inflamasi non steroid (OAINS) oral maupun topikal untuk membantu mengatasi trigger finger yang dialami. Contoh obat OAINS seperti Ibuprofen, dan Naproxen efektif membantu mengurangi pembengkakan dan meredakan nyeri akibat stenosing tenosynovitis.

 

5. Suntikan Steroid

Apabila berbagai cara pengobatan di atas tidak memberikan hasil yang signifikan dokter mungkin akan menyarankan Anda untuk melakukan injeksi steroid. Cara ini dilakukan dengan menyuntikkan obat kortikosteroid ke selubung tendon pada jari yang mengalami sakit. Suntikan ini hanya bisa dilakukan oleh dokter.

 

Beli Obat & Alat Kesehatan untuk Trigger Finger di Medicastore

 

Apabila Anda mengalami kondisi stenosing tenosynovitis dan ingin mencari dokter untuk konsultasi, maka Anda bisa melakukan pencarian dokter yang tepat di Apotek Medicastore. Kami menyediakan informasi dokter serta fasilitas kesehatan yang bisa memudahkan Anda melakukan pencarian sesuai kebutuhan.

 

Selain itu, juga tersedia berbagai produk kesehatan untuk Anda dan keluarga. Mulai dari pilihan obat, vitamin, suplemen hingga alat penyangga jari (finger splint) berkualitas. Melalui website dan aplikasi Medicastore, Anda dapat memesan seluruh kebutuhan obat dan alat kesehatan secara praktis dari rumah.

 

Cukup download aplikasinya di Play Store untuk menikmati kemudahan transaksi yang cepat, aman, dan terpercaya. Dapatkan solusi obat dan alat kesehatan untuk trigger finger pilihan Anda di Medicastore sekarang juga!

 

Referensi;

  1. https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/2799/triger-finger
  2. https://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/apa-itu-trigger-finger#mcetoc_1jph89dke8
  3. https://www.fullorthopedics.com/post/what-causes-trigger-finger-and-how-is-it-treated
  4. https://www.hss.edu/health-library/conditions-and-treatments/list/trigger-finger
  5. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/7080-trigger-finger
  6. https://mandayahospitalgroup.com/id/condition-treatment/trigger-finger/
  7. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/trigger-finger/symptoms-causes/syc-20365100
  8. https://kdmshospital.com/en/article/trigger-finger/?utm_term=trigger%20finger&utm_campaign=Inter_Brand&utm_source=adwords&utm_medium=ppc&hsa_acc=9087321672&hsa_cam=22591818896&hsa_grp=182959490059&hsa_ad=765095101351&hsa_src=g&hsa_tgt=kwd-262640893&hsa_kw=trigger%20finger&hsa_mt=p&hsa_net=adwords&hsa_ver=3&gad_source=1&gad_campaignid=22591818896&gbraid=0AAAAAoOF2GjrsjmbitIRevU8Cb8U20ibt&gclid=CjwKCAjwnvTUBhBoEiwAZNDxZ9W0lt3PeS2WyFNZHPcsTtfYebZYI1zbgS415FZXgWmzDCUcfNau3BoC9esQAvD_BwE