Benjolan di Sekitar Payudara: Kapan Harus Waspada?

Benjolan payudara merupakan jaringan yang ketika diraba akan terasa lebih padat atau menonjol di dalam payudara. Namun ketika Anda merasakan terdapat benjolan di sekitar payudara, jangan dianggap sepele. Meskipun umumnya tidak berbahaya bahkan bisa hilang dengan sendirinya, tetapi bisa bersifat kanker. 

 

Benjolan payudara ini memiliki ukuran, bentuk, dan karakteristik yang berbeda berdasarkan penyebabnya. Setiap penyebab juga berbeda pula gejala dan jenis pengobatannya yang tepat. Melalui artikel ini akan dikupas tuntas, penyebab, gejala, jenis pengobatan, dan kapan harus ke dokter untuk mengatasinya.

 

Penyebab Benjolan di Sekitar Payudara yang Wajib Diwaspadai

 

Benjolan yang terdapat di area sekitar payudara seringkali dikaitkan dengan kanker payudara. Padahal tidak semua benjolan tersebut merupakan gejala kanker. Melainkan terdapat beberapa kondisi lain yang bisa menyebabkan munculnya benjolan tersebut muncul di sekitar payudara, yaitu:

 

1. Fibroadenoma

 

Penyebab pertama munculnya benjolan ada di sekitar payudara adalah tumor jinak fibroadenoma yang terbentuk dari jaringan kelenjar payudara dan jaringan ikat. Ciri-cirinya adalah benjolan berbentuk padat, keras, halus, bulat, kenyal, mudah bergerak di bawah kulit saat disentuh, tetapi tidak terasa nyeri.

 

Benjolan di sekitar payudara akibat fibroadenoma ini terjadinya ketika tubuh mengalami kelainan yang disebabkan karena pembentukan kelenjar susu berlebihan. Penyebab munculnya fibroadenoma masih belum diketahui dengan pasti, tetapi biasanya benjolan bisa hilang dengan sendirinya.

 

2. Kista Payudara

 

Selanjutnya adalah kista payudara yang berupa benjolan berisi cairan yang dapat digerakkan berada di kedua atau salah satu payudara. Penyebab dari kista payudara diduga akibat dari perubahan hormon pada siklus menstruasi dan seringkali dialami oleh wanita usia 30-60 tahun menjelang siklus menopause.

 

Jumlah, ukuran, dan bentuk dari kista bisa berbeda di setiap orang. Selain itu tingkat kepadatan atau kekenyalan benjolan juga berbeda dan bisa berubah sesuai siklus menstruasi pada wanita.

 

3. Perubahan Fibrokistik

 

Perubahan payudara akibat fibrokistik Anda akan merasakan payudara seperti penuh dengan benjolan dan terasa lebih lembut. Benjolan akibat perubahan fibrokistik ini biasanya terasa nyeri dan bengkak ketika mendekati waktu menstruasi.

 

Penyebab perubahan fibrokistik ini biasanya dikaitkan dengan siklus menstruasi wanita. Selain itu cenderung membaik setelah siklus menstruasi selesai. Umumnya perubahan fibrokistik ini terjadi pada wanita usia 20-50 tahun. 

 

4. Nekrosis Lemak Traumatik

 

Luka atau cedera terutama di bagian dada, bisa menyebabkan munculnya benjolan di area sekitar payudara. Penyebabnya adalah nekrosis lemak traumatik yang terbentuk akibat kelenjar lemak di payudara mengalami kerusakan yang dipicu oleh trauma fisik, operasi payudara, atau radioterapi.

 

Nekrosis lemak traumatik berbentuk bulat, keras, padat, dan kencang, tetapi tidak terasa nyeri. Kondisi ini juga seringkali dialami oleh wanita usia 50 tahun ke atas.

 

5. Papiloma Intraduktal

 

Pertumbuhan kecil seperti kutil pada lapisan saluran susu di dekat puting disebut dengan papiloma intraduktal. Kondisi tersebut terbentuk dari jaringan ikat, kelenjar, dan pembuluh darah. Gejala utama dari papiloma intraduktal adalah keluarnya cairan berwarna bening atau berdarah dari puting

 

Kondisi ini umumnya dialami oleh wanita usia 30-50 tahun. Meskipun bersifat jinak, tetapi parahnya papiloma intraduktal ini bisa menyebabkan perdarahan dari puting hingga menjadi kanker payudara.

 

6. Kanker Payudara

 

Kanker payudara adalah benjolan payudara bersifat ganas. Umumnya benjolan ini tumbuh dengan cepat. Penyebab dari penyakit ini masih belum diketahui, tetapi beberapa faktor yang meningkatkan risiko munculnya kanker kanker payudara adalah:

  • Mutasi gen BRCA akibat riwayat keluarga.
  • Faktor hormonal.
  • Kebiasan merokok.
  • Paparan zat kimia.
  • Polusi lingkungan.

 

7. Mastitis

 

Mastitis adalah penyebab benjolan akibat peradangan yang terjadi di jaringan payudara. Ciri-cirinya adalah payudara membengkak, kemerahan, nyeri ketika disentuh, dan terasa hangat. Bahkan penderita mastitis ini juga bisa mengalami demam atau menggigil.

 

Mastitis seringkali dialami oleh ibu menyusui akibat penyumbatan di saluran ASI. Penyumbatan tersebut akan mengendap di dalam payudara yang mengakibatkan peradangan hingga infeksi. Mastitis ini juga bisa disebabkan akibat masuknya bakteri ke dalam payudara melalui lubang putih atau luka di kulit. 

 

8. Lipoma Payudara

 

Terakhir adalah lipoma payudara yang merupakan benjolan terbentuk dari lemak dan ketika diraba akan terasa seperti bola, kenyal, dan mudah digerakkan. Kondisi ini termasuk tumor jinak, sehingga tidak perlu khawatir karena tidak berbahaya, dan tidak menimbulkan nyeri.

 

Lipoma payudara seringkali dialami oleh wanita usia 40-60 tahun. Namun orang dengan riwayat keluarga lipoma payudara maka besar risikonya mengalami kondisi ini.

 

Gejala Benjolan di Sekitar Payudara yang Harus Diketahui

 

Sayangnya banyak wanita yang tidak merasakan atau bahkan tidak menyadari bahwa terdapat benjolan di area sekitar payudara. Untuk mendeteksinya sejak dini, Anda bisa memahami gejala benjolan yang ada di sekitar payudara yang perlu diketahui yaitu: 

  • Benjolan berbentuk bulat, lunak, kenyal, halus, dan keras.
  • Benjolan besar, terasa padat, dan mudah bergerak di bawah kulit saat disentuh.
  • Benjolan keras dan berbentuk tidak beraturan.
  • Benjolan berjumlah satu atau banyak pada satu atau kedua payudara.
  • Kulit menjadi kemerahan.
  • Terjadinya perubahan ukuran atau bentuk payudara.
  • Puting terasa gatal atau sensitif.
  • Terdapat cairan bening, keruh, atau darah yang keluar dari puting.

 

Bagaimana Cara Mendiagnosis Benjolan di Sekitar Area Payudara?

 

Cara Mendiagnosis Benjolan di Sekitar Area Payudara

 

Untuk mengetahui penyebab dari benjolan payudara, dokter akan memulai diagnosis dengan menanyakan gejala, kapan benjolan muncul, siklus menstruasi, hingga riwayat kesehatan pasien dan keluarga. Selanjutnya dokter akan menjalankan tes penunjang untuk memastikan diagnosis yaitu:

 

1. Mammografi

Mammografi adalah foto rontgen yang menggunakan sinar X untuk memeriksa adanya tanda-tanda kanker payudara. Melalui mammografi ini maka dokter dapat melihat jika terdapat kelainan di payudara seperti tumor, penumpukan kalsium, atau jaringan padat di payudara.

 

2. MRI

MRI atau pencitraan resonansi magnetik payudara menggunakan medan magnet yang bisa menghasilkan gambar payudara secara sangat rinci. MRI ini digunakan untuk memeriksa lebih detail benjolan payudara yang tidak terlihat jelas saat mammografi.

 

3. Biopsi

Pengobatan biopsi dilakukan dengan pengangkatan sebagian benjolan atau bahkan seluruhnya yang bertujuan untuk menentukan apakah benjolan tersebut bersifat kanker. Kemudian pengangkatan tersebut akan diperiksa di laboratorium.

 

4. Ultrasonografi Payudara

Ultrasonografi payudara atau USG menggunakan gelombang suara untuk menghasilkan gambar. USG ini berfungsi untuk mengevaluasi atau memeriksa benjolan yang ada di area payudara guna membedakan benjolan yang bertekstur padat dan berisi cairan.

 

5. Duktografi

Terakhir benjolan di sekitar payudara juga bisa didiagnosis dengan menggunakan duktografi. Duktografi ini berupa pengambilan gambar kelenjar payudara dan saluran ASI dengan menggunakan foto rontgen yang didahului dengan penyuntikan cairan kontras melalui puting.

 

Jenis Pengobatan Efektif untuk Mengatasi Benjolan Payudara

 

Agar masalah benjolan di area sekitar payudara bisa terdeteksi sejak dini atau tidak semakin parah, Anda perlu melakukan pengobatan yang tepat. Dokter akan memberikan pengobatan sesuai dengan kondisi benjolan yang Anda alami. Beberapa jenis pengobatan efektif untuk mengatasi benjolan payudara adalah:

  • Lumpektomi: operasi pengangkatan tumor payudara.
  • Aspirasi jarum halus: mengeluarkan cairan dari benjolan payudara dengan menggunakan jarum khusus.
  • Mastektomi: prosedur bedah yang melibatkan pengangkatan seluruh payudara.
  • Krioterapi: menghancurkan benjolan payudara yang tidak normal dengan dibekukan.
  • Kuadrantektomi: melibatkan pengangkatan hanya seperempat bagian payudara dan beberapa otot yang berada di sekitarnya.
  • Radiasi:
  • Terapi: terapi hormon, terapi obat yang ditargetkan, dan kemoterapi.

 

Ketika Terdapat Benjolan di Sekitar Payudara, Kapan Anda Harus ke Dokter?

 

Kebanyakan benjolan payudara bersifat jinak dan tidak berbahaya bagi kesehatan. Namun jika Anda merasakan terdapat benjolan di sekitar area payudara maka disarankan untuk segera mengkonsultasikannya dengan dokter terutama jika mengalami kondisi di bawah ini:

  • Benjolan disertai dengan tanda kanker payudara.
  • Benjolan kambuh kembali setelah dilakukan pengobatan.
  • Benjolan tidak hilang setelah menstruasi atau bertahan lebih dari 6 minggu.
  • Benjolan akibat riwayat keluarga dengan kanker payudara atau individu berusia lebih dari 40 tahun. 
  • Terasa nyeri.
  • Benjolan membesar.
  • Payudara terlihat tidak simetris, memar tanpa sebab yang jelas, memerah, mengeras, atau mengerut seperti kulit jeruk.
  • Puting mengeluarkan darah, dan masuk ke dalam atau posisinya berubah.

 

Konsultasikan Kondisi Kesehatan Anda Bersama Apotek Medicastore!

 

Benjolan yang muncul di sekitar payudara bisa disebabkan karena fibroadenoma hingga lipoma payudara yang bisa ditangani dengan pengobatan seperti lumpektomi. Cara mendiagnosis benjolan payudara ini bisa dengan menggunakan mammografi hingga duktografi yang dilakukan oleh dokter.

 

Untuk mendeteksi sejak dini dan meminimalisir sakit lebih parah, sebaiknya konsultasi ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Medicastore menyediakan informasi tentang fasilitas kesehatan dan dokter untuk membantu Anda memilih pelayanan yang sesuai.

 

Selain itu, Medicastore juga menyediakan beragam informasi lain, seperti tentang penyakit atau tips-tips kesehatan pilihan yang bisa membantu menjaga kesehatan Anda dan keluarga.

 

Bila Anda ingin membeli kebutuhan kesehatan, semuanya juga tersedia di Medicastore. Untuk memudahkan pembelian obat, Anda bisa melakukannya melalui aplikasi Medicastore yang dapat didownload melalui Play Store.

 

Referensi:

  1. Benjolan Payudara | Kondisi & Perawatan | Kedokteran UR
  2. Kanker Payudara - Gejala & Penyebab | Rumah Sakit Mount Elizabeth
  3. Benjolan Payudara: Jenis, Jinak, Dapat Dipindahkan, Penyebab & Diagnosis
  4. Benjolan payudara yang mencurigakan - Gejala dan penyebab - Mayo Clinic
  5. Benjolan payudara - NHS
  6. Kondisi Payudara Jinak & Prakanker - NCI
  7. Benjolan Payudara - Gejala, Penyebab, dan Pengobatan - Alodokter
  8. Benjolan Payudara: Haruskah Saya Khawatir?
  9. Bukan Kanker, Ini 4 Penyebab Benjolan pada Payudara