Search
Home l medicastore.com
 

Osteoporosis Bukan Hanya Karena Menopause

Proses penuaan adalah proses alami yang akan dialami oleh semua orang seiring dengan bertambahnya usia. Sebagai dampak dari proses penuaan ini adalah osteoporosis (pengeroposan tulang) sebagai akibat gangguan metabolisme kalsium.

Apakah Osteoporosis ?

Osteoporosis adalah penyakit yang ditandai dengan berkurangnya massa tulang dan kelainan mikroarsitektur, yang berakibat meningkatnya kerapuhan tulang. Osteoporosis banyak ditemukan dan sering terjadi pada orang lanjut usia.

Dua sel yang bertanggung jawab dalam proses osteoporosis adalah osteoblast yang berfungsi dalam pembentukan tulang dan osteoklast yang berfungsi dalam proses resorpsi tulang.
Proses pembentukan dan resorpsi ini terjadi seumur hidup.

Dimulai sejak usia 40 tahun, masa tulang akan mulai berkurang sebagai akibat dari mulai berkurangnya fungsi osteoblast. Penurunan massa tulang inilah yang menyebabkan osteoporosis pada lansia.

Massa tulang sangat dipengaruhi oleh kalsium karena 98 % dari kalsium tersimpan dalam tulang. Kalsium yang berperan disini adalah Kalsium ion yang dipengaruhi oleh 3 hormon yaitu: hormon Paratiroid , 1,25 dihidroksi-vitamin D dan Kalsitonin.

Hormon Paratiroid berperan dalam proses resorpsi tulang dengan mengaktifkan Osteoklast dan akan mengakibatkan meningkatnya kadar kalsium dalam darah. 1,25 dihidroksi vitamin D akan merangsang osteoblast baru kemudian merangsang osteoklast, sedangkan Kalsitonin berperan sebagai pencegah osteoklast.

 

Tipe Osteoporosis

Osteoporosis bukan hanya karena menopause. Selain itu, faktor usia, kondisi medis, obat-obatan bahkan senyawa yang tak dikenalpun dapat menyebabkan terjadinya osteoporosis. Berikut ini berbagai tipe osteoporosis berdasarkan penyebabnya :

  1. Postmenopausal Osteoporosis (Tipe I)
    Ketika wanita memasuki periode hidup dimana fungsi reproduksi terhenti, maka terjadi penurunan secara berangsur-angsur fungsi rahim dan hilangnya produksi estrogen dan progesteron. Estrogen membantu mengatur pengangkutan kalsium ke dalam tulang pada wanita.

    Gejala ini disebut menopause, yaitu penghentian periode menstruasi. Seiring dengan menurunnya produksi estrogen, jaringan tulang pun mulai hilang. Permulaan menopause dikaitkan dengan peningkatan aktivasi perubahan bentuk ikatan (remodelling sites) dan meningkatnya resorpsi tulang. Peningkatan aktivitas osteoklast berakibat hilangnya tulang sponge (trabecular bone).

    Biasanya gejala timbul pada wanita yang berusia diantara 51-75 tahun, tetapi bisa mulai muncul lebih cepat ataupun lebih lambat. Tidak semua wanita memiliki resiko yang sama untuk menderita osteoporosis postmenopausal, wanita kulit putih dan daerah timur lebih mudah menderita keadaan ini daripada wanita kulit hitam. Dua jenis patah tulang yang biasanya timbul akibat Osteoporosis Tipe I adalah patah tulang belakang dan pinggul.

  2. Osteoporosis Senilis (berkaitan dengan usia) / Osteoporosis Type II
    Osteoporosis Tipe II terjadi baik pada laki-laki maupun wanita berusia 65 tahun ke atas. Penyebab utama osteoporosis tipe II ini adalah hilangnya tulang yang disebabkan meningkatnya pergantian tulang selama periode waktu yang cukup lama (selama 35 tahun sejak massa tulang maksimal tercapai pada umur 30-35 tahun).

    Senilis berarti bahwa keadaan ini hanya terjadi pada usia lanjut. Osteoporosis tipe II timbul sebagai akibat dari kekurangan kalsium yang berhubungan dengan usia dan ketidakseimbangan diantara kecepatan hancurnya tulang dan pembentukan tulang yang baru.

    Terdapat kaitan antara usia dan menurunnya produksi 1,25 dihidroksi-vitamin D oleh ginjal dengan akibat hiperparatiroidisme sekunder. Hiperparatiroidisme inilah yang bertanggungjawab terhadap hilangnya tulang korteks yang berlebihan.
    Patah tulang pinggul dapat dikaitkan dengan Osteoporosis Tipe II. Ciri-ciri dan diagnosis klinis mirip dengan Tipe I, dengan insiden patah tulang lengan bagian atas, tulang kering, tulang panggul (pelvic) seperti juga Kyphosis punggung (dowager's hump).

  3. Osteoporosis Sekunder
    Kurang dari 5% penderita osteoporosis juga mengalami osteoporosis sekunder, yang disebabkan oleh keadaan medis lainnya atau oleh obat-obatan. Penyakit ini bisa disebabkan oleh gagal ginjal kronis dan kelainan hormonal (terutama tiroid, paratiroid dan adrenal) dan obat-obatan (misalnya kortikosteroid, barbiturat, anti-kejang dan hormon tiroid yang berlebihan). Pemakaian alkohol yang berlebihan dan merokok bisa memperburuk keadaan ini.

    Kondisi medis yang menyebabkan terjadinya osteoporosis :
    • Metastase tulang – tumor tulang yang invasif dan resistan terhadap pengobatan.
    • Hipertiroidisme – sekresi kelenjar tiroid yang meningkat secara tidak wajar dan tak terkendali.
    • Oophorectomy awal – pengangkatan rahim yang menghasilkan estrogen.
    • Hipogonadisme (pada laki-laki) – fungsi gonad yang kurang memadai (yang memproduksi testosteron, progresteron, dan sejumlah estrogen.
    • Gastrectomy Subtotal – pemindahan sebagian dari perut.
    • Hemiplegia – stroke.
    • Mastocytosis sistemik- infiltrasi sel mast sistem.

    Obat-obatan juga dapat meningkatkan osteoporosis :
    • Glukokortikoid – steroid yang digunakan untuk mengurangi peradangan seperti pada arthritis remathoid
    • Tiroksin - iodine aktif yang digunakan untuk sekresi kelenjar tiroid sintetik.
    • GnRH analog – hormon penekan estrogen digunakan untuk mengobati tumor endometriosis dan serat.
    • Antikejang (hipnotik dan barbiturat) – pengobatan untuk mencegah atau menahan kejang.
    • Diuretik (furosemid) – pengobatan untuk edema berkaitan dengan gagal jantung kongestif, sirosis hati dan penyakit ginjal.
    • Heparin (jangka panjang) – antikoagulan digunakan untuk mengobati penyumbatan pembuluh darah dan penyakit koroner.

  4. Osteoporosis juvenil idiopatik
    merupakan jenis osteoporosis yang penyebabnya tidak diketahui.
    Hal ini terjadi pada anak-anak dan dewasa muda yang memiliki kadar dan fungsi hormon yang normal, kadar vitamin yang normal dan tidak memiliki penyebab yang jelas dari rapuhnya tulang.

 
« Prev  List All Artikel   Next »
 

0 Comment

Isi Komentar

 
 
 
     
 
Ingin komentar & kirim informasi seputar osteoporosis jadilah member
 
   
   
 
Lupa Password ? Registrasi Sekarang
 
     
     
Jumlah Member : 88
Member online : 31
Jumlah Guest online
 
   

Artikel Utama

 
button Penyakit Osteoporosis
button Penyebab Osteoporosis dan Faktor Risiko Osteoporosis
button Terapi dan Pengobatan Osteoporosis
button Pilihan Obat Osteoporosis
button Pencegahan Osteoporosis
button Tanya jawab dengan dokter ahli osteoporosis
List Artikel
 
   

Artikel Tambahan

 
button 5 langkah utama mencegah pinggul retak pada orang tua
button Tes kepadatan massa tulang : untuk mengukur risiko osteoporosis
button Fitness dan kekuatan tulang
button Osteoporosis Bukan Hanya Karena Menopause
button Hindari jatuh pada orang tua
button Kebenaran Manfaat Suplemen Kalsium
button dr. Bambang Setiyohadi, Sp.PD, KR
button Prof. DR. dr. Ichramsjah A Rachman, Sp.OG (K)
button Osteoporosis bukan hanya milik kaum wanita, pria juga beresiko terkena osteoporosis
button Kurangi risiko patah tulang penderita osteoporosis
button Wanita muda sasaran osteoporosis
List Artikel
 
   

Komentar Terkini

 
Noe: Artikelnya sangat membantu
 
   
   

Kontributor Artikel

 
Nasandi 5 langkah utama mencegah pinggul retak pada orang tua
Nasandi Tes kepadatan massa tulang : untuk mengukur risiko osteoporosis
Nasandi Fitness dan kekuatan tulang
 
   
     
  designed & developed by medicastore.com